Learn More Ingin tahu kok dikasih tempe


7
Aug/09
0

Operasi C

Memasukkan data dan menampilkan data/informasi merupakan tindakan yang sering dilakukan dalam pemrograman. Penampilan data/informasi biasanya ditujukan ke piranti layar (monitor), sedangkan pemasukan data biasanya dilakukan melalui keyboard.

Menampilkan data dari keyboard

Untuk keperluan penampilan data/informasi, Turbo C menyediakan sejumlah fungsi, diantaranya adalah: printf(), puts(), putchar(). Ketiga fungsi tersebut  harus mengandung baris yang berisi #include <stdio.h>.

PRINTF()

Merupakan fungsi yang paling umum digunakan dalam menampilkan data. Berbagai jenis data dapat ditampilkan ke layar dengan fungsi ini.

Bentuk penulisan :

printf(“string kontrol”, argumen1, argumen2, …);

  • String kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format seperti %d, %f. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang akan ditampilkan.
  • Argumen adalah data yang akan ditampilkan ke layar. Argumen ini dapatr berupa variabel, konstanta atau ungkapan.

Misal :

Printf ( ‘’%D’’, 20 ) ; /*argumen berupa konstanta*/

Printf(‘’%d’’, a) ;        /*argumen berupa variabel*/

Printf(‘’%d’’, a+20) ;   /*argumen berupa ungkapan*/

(Abdul kadir.2006)

Untuk menampilkan data bilangan, penentu format yang dapa digunakan :

  • %c       : Membaca sebuah karakter
  • %s       : Membaca sebuah string
  • %i, %d            : Membaca sebuah bilangan bulat (integer)
  • %e      : Untuk menampilkan bilangan real
  • %f       : Membaca sebuah bilangan pecahan (real) dalam notasi: dddd.ddddddd
  • %o      : membaca sebuah bilangan octal
  • %x       : Membaca sebuah bilangan heksadesimal
  • %u      : Membaca sebuah bilangan tak bertanda
  • L          : Merupakan awalan yang digunakan untuk %f, %e, %E, %g dan %G untuk menyatakan long double.
  • H         : Merupakan awalan yang digunakan untuk  %d, %i, %o, %u, %x untuk menyatakan short int

Contoh penentuan panjang medan pada  penentu format  dapat dilihat pada program berikut.

#include <stdio.h>
main()
{
int nilai1=20;
float nilai2=2000.0;
clrscr();
printf("Abad ke-%d\n", nilai1);
printf("Abad ke-%3d\n", nilai1);
printf("Abad ke-%7d\n", nilai1);
printf("Tahun %f\n", nilai2);
printf("Tahun %8.3f\n", nilai2);
printf("Tahun %8.0f\n", nilai2);
printf("Tahun %-8.0f\n", nilai2);
getch();
}

Hasil :

Tagged as:
7
Aug/09
0

Bahasa C

Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh MartinRichards pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut dengan B pada tahun 1970.

Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ritchie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories). Bahasa C pertama kali digunakan pada computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX.

C adalah bahasa yang standar, artinya suatu program yang ditulis dengan versi bahasa C tertentu akan dapat dikompilasi dengan versi bahasa C yang lain dengan sedikit modifikasi. Standar bahasa C yang asli adalah standar dari UNIX. Sistem operasi, kompiler C dan seluruh program aplikasi UNIX yang esensial ditulis dalam bahasa C. Patokan dari standar UNIX ini diambilkan dari buku yang ditulis oleh Brian Kerninghan dan Dennis Ritchie berjudul "The C Programming Language", diterbitkan oleh Prentice-Hall tahun 1978. Deskripsi C dari Kerninghan dan Ritchie ini kemudian dikenal secara umum sebagai "K&R C".

Kepopuleran bahasa C membuat versi-versi dari bahasa ini banyak dibuat untuk komputer mikro. Untuk membuat versi-versi tersebut menjadi standar, ANSI (American National Standards Institute) membentuk suatu komite (ANSI committee X3J11) pada tahun 1983 yang kemudian menetapkan standar ANSI untuk bahasa C. Standar ANSI ini didasarkan kepada standar UNIX yang diperluas. Standar ANSI menetapkan sebanyak 32 buah kata-kata kunci (keywords) standar. Versi-versi bahasa C yang menyediakan paling tidak 32 kata-kata kunci ini dengan sintaks yang sesuai dengan yang ditentukan oleh standar, maka dapat dikatakan mengikuti standar ANSI. Buku ajar ini didasarkan pada bahasa C dari standar ANSI.

Pada saat ini C merupakan bahasa pemrograman yang sangat populer di dunia. Banyak pemrograman yang dibuat dengan bahasa C seperti assembler, interpreter, program paket, sistem operasi, editor, kompiler, program bantu, Word Star, Dbase, aplikasi untuk bisnis, matematika, dan game, bahkan ada pula yang menerapkannya untuk kecerdasan buatan.

Dalam beberapa literatur bahasa C digolongkan sebagai bahasa tingkat menengah. Penggolongan ke dalam bahasa tingkat menengah bukanlah berarti bahwa bahasa C lebih sulit dibandingkan dengan bahasa tingkat tinggi seperti PASCAL atau BASIC. Demikian juga bahasa C bukanlah bahasa yang berorientasi pada mesin seperti bahasa mesin dan assembly. Pada kenyataannya bahasa C mengkombinasikan elemen dalam bahasa tingkat tinggi dan bahasa tingkat rendah. Kemudahan dalam membuat program yang ditawarkan pada bahasa tingkat tinggi dan kecepatan eksekusi dari bahasa tingkat rendah merupakan tujuan diwujudkannya bahasa C.

Tagged as:
3
Jun/09
0

Pengurutan (Sorting)

Sorting ini menggunakan beberapa metode, yaitu insertion sort, selection sort, bubble sort, dan quick sort.

Referensi

  1. Insertion sort
  2. Selection sort
  3. Bubble sort
  4. Quick sort

Kode sumber :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int data[50];
int banyak;

void tampil() {
  int i;
  for(i=0; i < banyak; i++)
	 cout << data[i] << " ";
  cout << "\n";
}

void insertionSort() {
  int i, k;
  int x;
  int ketemu;
  for(k=1; k < banyak; k++) {
	 x = data[k];
	 i=k-1;
	 ketemu = 0;
	 while((i >=0) && (!ketemu)) {
		if(x < data[i]) {
		  data[i+1]=data[i];
		  i=i-1;
		} else {
		  ketemu=1;
		  data[i+1]=x;
		}
	 }
  }
}


3
Jun/09
0

Mencari nilai terendah-tertinggi

Algoritma ini untuk mencari nilai terendah dan tertinggi dari nilai-nilai yang kita masukkan. Algoritma ini berjalan ketika kita memasukkan sebuah nilai. Jika nilai yang kita masukkan lebih kecil dari nilai sebelumnya maka nilai tersebut adalah nilai terendah. Begitu juga jika nilai yang kita masukkan lebih tinggi dari nilai sebelumnya maka nilai tersebut adalah nilai tertinggi.

Kode sumber :

#include <iostream.h>  // header untuk iostream : cout, cin
#include <conio.h>   // header untuk conio : getch()
void main() {
  int input=1, rendah=0, tinggi=0, start=0;
  /* KAMUS
  input : nilai untuk input awal
  rendah : nilai terendah
  tinggi : nilai tertinggi
  start : untuk persyaratan perbandingan awal */
  // ALGORITMA
  while (input!=0) { //
	 if (input < rendah) {rendah=input;};
	 cout << "Masukkan nilai (\"0\" untuk mengakhiri) = "; cin >> input; clrscr();
	 if (start==0) {rendah=input; start++;};
	 if (input > tinggi) {tinggi=input;};
  }
  cout << "Hasilnya\nNilai tertingi = " << tinggi << "\nNilai terendah = " << rendah;  // mencetak hasilnya
  getch();
}
Tagged as:
3
Jun/09
0

Penjumlahan Urutan Angka

Program ini digunakan untuk menghitung urutan angka dari nilai yang terkecil hingga terbesar. Contohnya kita menjumlahkan dari angka 1 hingga 3, maka jumlahnya adalah 6 (1+2+3). Algoritma yang digunakan adalah menggunakan loop, setiap perulangan, hasil sementara kita jumlahkan dengan angka selanjutnya. Kode programnya :

#include <iostream.h>  // header untuk iostream : cout, cin
#include <conio.h>   // header untuk conio : getch()
void main() {
  int rendah, tinggi, hasil = 0;
  /* KAMUS
  rendah : input untuk nilai terendah
  tinggi : input untuk nilai tertinggi
  hasil : sebagai hasil dari penjumlahan. set awal bernilai 0 */
  // ALGORITMA
  cout << "Masukkan nilai terendah = "; cin >> rendah; clrscr();
  cout << "Masukkan nilai tertinggi = "; cin >> tinggi; clrscr();
  cout << "Hasil Perhitungan\nNilai terendah = " << rendah;
  cout << "\nNilai tertinggi = " << tinggi;
  while (rendah <= tinggi) { // penjumlahan menggunakan loop
	 hasil = hasil + rendah; // nilai terdahulu ditambah dengan nilai terendah sekarang
	 rendah++; // setelah dijumlah, rendah ditambah satu hingga nilainya sama dengan tinggi
  }
  cout << "\nHasil Penjumlahan = " << hasil;  // mencetak hasilnya
  getch();
}
Tagged as: