Learn More Ingin tahu kok dikasih tempe


5
Nov/09
0

Karmic Release Party

Karmic Koala datang, dijadwalkan akan dirilis pada bulan Oktober 2009.

Acara perayaan diluncurkannya suatu rilis terbaru Ubuntu, biasanya diadakan kegiatan pengenalan Ubuntu ke publik dan juga ajang silahturahmi komunitas.

Untuk setiap rilis Ubuntu, seluruh komunitas mengadakan event di seluruh dunia. Inti dari acara ini adalah kita bersama-sama merayakan, bertemu teman baru dan perkenalan dengan Ubuntu versi terbaru (Karmic Koala). Jadi selain bertemu dengan teman-teman baru dan komunitas Ubuntu, acara ini juga dibuat menyenangkan!

Karmic Release Party Yogyakarta I

Waktu

Sabtu, 14 November 2009 jam 08.00 WIB

Tempat

Ruang Teatrikal Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Menu Acara (terbuka untuk umum)

  • Talkshow "OpenSource untuk Kemandirian Bangsa"
  • Review Ubuntu Karmic Koala
  • Implementasi Ubuntu dengan Repository

Nara Sumber

  • Antonius Fran Setiawan - Chief Editor Skripta Media Creative
  • Hendra Indriyanto - Divisi ICT NGO Combine Resource Institution
  • Ubuntu Jogja
  • KSL Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Moderator

Dedy Hariyadi - Magister Teknologi Informasi UGM

Sasaran

  • Usaha Kecil Menengah (UKM)
  • Kelompok Study Linux Se-Jogja
  • Sekolah Menengah Atas Se-Jogja
  • Lembaga / Instansi yang telah menggunakan FOSS
  • Umum

Investasi

  • Investasi Rp. 5.000,- untuk 50 pendaftar pertama
  • Investasi Rp. 10.000,-

Bonus :

  • Sertifikat
  • CD Linux Ubuntu 9.10 Karmic Koala
  • Sticker
  • Makan Siang
  • Doorprize :
    • SilverBiz Hosting dari Indobizweb
    • Buku dari Andi Publisher
    • Doorprize menarik lainnya

Tempat Pendaftaran

Pendaftaran secara Online (http://mti.ugm.ac.id/krp/)

Pembayaran dapat dilakukan di (mulai tanggal 8-13 November 2009):

  • Dedy Hariyadi, Lab. M22 MTI UGM Yogyakarta
  • Lt. 1 Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Panitia

  • Ubuntu Jogja
  • KSL UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sponsor

  • Indobizweb, host your web personally
  • Magister Teknologi Informasi UGM
  • Andi Publisher
  • Smile Group
  • Ivaa Digital Information Center
  • Combine Resource Institution
  • LPK e-FAC
  • Geronimo FM

Lihat poster klik disini.

Karmic Release Party Semarang

Waktu

Minggu, 15 November 2009 jam 08.00-12.30 WIB

Tempat

Lantai 2 Kampus Teknik Industri Universitas Diponegoro (Tembalang)

Kontribusi

15.000 IDR

Fasilitas

  • Snack+makan siang
  • Sertifikat
  • Hotspot

Agenda

  • Paparan Komunitas Ubuntu Semarang
  • What’s new on Ubuntu 9.10 Karmic Koala
  • Install Fest WUBI
  • Cloud Computing
  • Blender 3D

Info Lanjut

  • http://tech.groups.yahoo.com/group/ubuntu-semarang
  • http://www.facebook.com/event.php?eid=187229514738
Tagged as:
8
Aug/09
0

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh lokal yang telah ada sebelum terbentuknya nasional indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan india dan kebudayaan arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama dan hindu Budha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan jawa dan Betawi.

Kebudayaan Arab masuk bersama penyebaran agama islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.