Learn More Ingin tahu kok dikasih tempe


3
Nov/09
0

Penataan Manajemen Pendidikan yang Efektif

Untuk menata manajemen pendidikan yang efektif di era otonomi daerah, diperlukan need assessment (Ellis, 1994: 2 dan Bray, 1996: 9).

Need assessment dilakukan untuk mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan yang sesuai dengan karakteristik daerah.  Daerah yang miskin menurut Bray (1996: 9) perlu mendapat bantuan dari pusat atau daerah lainnya yang kaya.   Faktor keuangan daerah tersebut cukup dominan dalam keberhasilan otonomi.

Need assessment dilakukan terhadap kurikulum, kesiswaan, guru dan pegawai sekolah, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, dan aktivitas lain yang mendukung pendidikan.

Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi.

sekolah efektif

David A. Squires, et.al. (1983) ciri-ciri sekolah efektif yaitu:

  1. adanya standar disiplin yang berlaku bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di   sekolah
  2. memiliki suatu keteraturan dalam rutinitas kegiatan di kelas
  3. mempunyai standar prestasi sekolah yang sangat tinggi
  4. siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan
  5. siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik
  6. adanya penghargaan bagi siswa yang berprestasi
  7. siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada faktor keberuntungan dalam meraih     prestasi
  8. para siswa diharapkan mempunyai tanggungjawab yang diakui secara umum
  9. kepala sekolah mempunyai program inservice, pengawasan, supervisi, serta menyediakan waktu untuk membuat rencana bersama-sama dengan para guru dan memungkinkan adanya umpan balik demi keberhasilan prestasi akademiknya.

Jaap Scheerens (1992) sekolah yang efektif mempunyai lima ciri penting:

  1. kepemimpinan yang kuat
  2. penekanan pada pencapaian kemampuan dasar
  3. adanya lingkungan yang nyaman
  4. harapan yang tinggi pada prestasi siswa
  5. dan penilaian secara rutin mengenai program yang dibuat siswa.

Mackenzie (1983) mengidentifikasikan tiga dimensi pendidikan efektif yaitu kepemimpinan, keefektifan dan efisiensi serta unsur pokok dan penunjang masing-masing dimensi tersebut.

Edmons (1979) lima karakteristik sekolah efektif yaitu :

  1. kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
  2. pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
  3. iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
  4. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu
  5. penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa.

Pengetahuan lain mengenai sekolah efektif adalah sebagai berikut :

  1. mampu mendemontrasikan kebolehannya mengenai seperangkat kriteria
  2. menetapkan sasaran yang jelas dan upaya untuk mencapainya
  3. adanya kepemimpinan yang kuat
  4. adanya hubungan yang baik antara sekolah dengan orangtua siswa
  5. pengembangan staf dan iklim sekolah yang kondusif untuk belajar

Lihat slide presentasinya secara langsung dengan mengeklik disini.